0274-512160 / 081215168833 hspg.live@gmail.com

Oleh , 03 September 2016

RILIS – (03/08/016) Homeschooling (Sekolahrumah) yang merupakan Pendidikan Informal dan Nonformal, kini telah menjadi model dan trend pilihan pendidikan alternatif bagi masyarakat. Bahkan homeschooling saat ini telah mendapat legalitas dari Pemerintah melalui Permendikbud No. 129 Tahun 2014 Tentang “Sekolahrumah”. Berbagai alasan masyarakat memilih Homeschooling antara lain: Siswa ingin  lebih fokus dalam mengembangkan hobi dan bakatnya di samping aspek kognitif; Anak yang memerlukan perhatian khusus karena sakit secara fisik sehingga tidak bisa hadir di sekolah sehingga guru yang harus datang kerumah; Anak yang mengalami trauma atau depresi; Siswa yang merasakan kurikulum sekolah formal terlalu padat sehingga kesulitan untuk mengeskplorasi hobi dan bakatnya; Orangtua yang merasa kurang nyaman di sekolah formal karena adanya tawuran dan kekerasan (bullying) di Sekolah Formal; Orangtua yang sering berpindah domisili; Siswa yang memiliki  kemampuan diatas rata-rata secara akademik tetapi mengalami gangguan emosional dan sosial (syndrome asperger, gifted, atau hiperaktif); Siswa yang hobi game online. Bahkan beberapa siswa yang tidak bermasalah pun kini sudah mulai banyak yang melakukan sistem pembelajaran Homeschooling. Demikian Ir. Kusnanto, MM selaku Direktur Homeschooling Primagama setelah melakukan pengamatan dari beberapa siswa yang melakukan Homeschooling di Homeschooling Primagama.

Sambutan oleh Kepala DIKPORA DIY (Drs. R.Kadarmanta Bhaskara Aj) dalam Wisuda Tutup Tahun 2015/2016i

Sambutan oleh Kepala DIKPORA DIY (Drs. R.Kadarmanta Bhaskara Aj) dalam Wisuda Tutup Tahun 2015/2016i

Para siswa-siswi berprestasi berfoto bersama, seusai penyerahan penghargaan yang diberikan langsung oleh Kepala DINAS DIKPORA DIY (Drs.R. Kadarmanta Baskara Aji)

Keterlibatan langsung Kepala DINAS DIKPORA DIY (Drs.R. Kadarmanta Baskara Aji) dalam sesi penyerahan penghargaan dan pengalungan samir kepada lulusan berprestasi Homeschooling Primagama, membuktikan adanya pengakuan Dinas terhadap kehadiran Homeschooling

Dalam Permendikbud No.129 Tahun 2014, Sekolahrumah adalah proses layanan pendidikan yang secara sadar dan terencana dilakukan oleh orangtua/keluarga di rumah atau tempat-tempat lain dalam bentuk tunggal, majemuk, dan komunitas dimana proses pembelajaran dapat berlangsung dalam suasana yang kondusif dengan tujuan agar setiap potensi didik dapat berkembang maksimal. Pasal 4 ayat (1) yaitu Hasil pendidikan sekolahrumah diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai standar nasional pendidikan. Bebebrapa orangtua pun kini semakin menyadari bahwa pendidikan sebaiknya berjalan dalam suasana yang ramah lingkungan, tidak ada tekanan, nyaman, dan penuh kekeluargaan. Bahkan kesadaran orangtua tidak harus menjalankan pendidikan kearah jalur formal juga semakin tinggi. Sebagaimana amanah UU Sisdiknas No.22/2003 pasal 4 ayat (1) bahwa Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dan berkeadilan dan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa. Dalam Pasal 13 ayat (1) menjelaskan bahwa Jalur pendidikan terdiri atas formal, nonformal, informal, yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. Sehingga dengan demikian harus disadari bahwa pendidikan adalah pilihan, sekolah bisa dimana saja yang kesemuanya sah dan diakui keberadaanya oleh Undang-Undang. Dengan perkembangan akan kebutuhan pendidikan alternatif tersebut, Homeschooling Primagama menangkap peluang dengan mengusung program dan kurikulum sesuai kebutuhan dan bakat serta minat peserta didik. Kurikulum yang digunakan Homeschooling Primagama adalah KTSP 2006 yang dimodisikasi dengan Kurikulum 2013. Adapun program pembelajaran yang ditawarkan diantaranya sistem individu yang dapat dilakukan di homeschooling dengan 1 pengajar 1 siswa dalam setiap pelajaran atau dapat dilakukan secara mandiri di rumah bersama orang tua atau dengan guru dari HSPG, sistem belajar komunitas yang diikuti oleh 2-5 siswa dalam satu kelompok belajar dengan 1 pengajar dan dilakukan di HSPG sesuai bidang studi masing-masing, sistem belajar mandiri dimana siswa belajar secara mandiri atau didampingi (orang tua/pengajar pribadi diluar pengajar HSPG) dan siswa mendapatkan hak/fasilitas dari Homeschooling Primagama, serta sistem belajar online (Distance Learning) dimana sistem belajar dilakukan via internet (online) yang menggunakkan aplikasi Skype, sehingga pengajar HSPG dapat berinteraksi langsung (tatap muka) dengan siswa.

 

(FD)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *