0274-512160 / 081215168833 hspg.live@gmail.com

Oleh , 28 September 2018

Setelah diterapkan untuk sekolah formal di seluruh Indonesia, Kurikulum 2013 (K13) juga mulai diterapkan untuk lembaga pendidikan nonformal atau program kesetaraan ditahun ajaran 2018/2019 ini. Kebijakan pemerintah ini direspons positif oleh Homeschooling Primagama (HSPG), yang langsung menerapkan K13 tahun ini.

workshop-kurikulum-2013-homeschooling-primagama

Direktur HSPG Ir Kusnanto MM mengatakan, sistem pemebelajaran di HSPG sejak awal sebenarnya telah mencarminkan K13, hanya kemarin kurikulum resminya masih KTSP 2006. Implementasi K13 di HSPG diwujudkan dalam metode pembelajarannya yang mengedepanakan partisipasi siswa, kreativitas, belajar di luar ruang (outing class) atau field trip dalam mencapai kompetensi siswa.

“Kita menyambut baik instruksi dari pemerintah untuk menerapkan K13. Secara resmi HSPG menerapkan di tahun ajaran 2018/2019 ini dan menjadi lembaga pendidikan nonformal pertama di Yogyakarta yang menerapkan K13,” terang Kusnanto kepada KRJOGJA.com disela kegiatan pelatihan kurikulum K13 di Hotel Amaris Yogyakarta, Senin (27/8/2018).

Menurut Kusnanto, untuk memantapkan guru/tutor dalam implementasi K13, HSPG terus mengadakan pelatihan-pelatihan. Workshop kali ini lebih menekankan pada tataran implementasi K13 meliputi penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), silabus, evaluasi pembelajaran dan lain-lain. HSPG juga menggandeng tutor dari 20 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang ada di Yogyakarta mengikuti pelatihan, menghadirkan narasumber Pamong Belajar Madya BP PAUD dan Dikmas DIY Fauzi Eko Pranyono.

Kepala Seksi Dikmas dan Kesetaraan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Agus wahib mengatakan, K13 sebetulnya bukan barang baru bagi lembaga pendidkan nonformal atau program kesetaraan, karena prinsip pembelajarannya sangat fleksibel berbasis kemandirian peserta didik. Tahun 2018 ini, pemerintah melalui Kemdikbud mulai mendorong program kesetaraan untuk menerapkan K13, dan diharapkan tahun ajaran 2020/2021 seluruh program kesetaraan di Indonesia berkurikulum K13. “Sangat baik kalau HSPG sudah menerapakan K13 mulai tahun ini,” katanya.

Menurut Agus, sebelum menerapkan K13, pemahaman guru/tutor tentang K13 merupakan hal terpenting, karena guru yang akan menerjemahkan K13 dalam sistem pembelajaran baik saat belajar tatap muka dengan siswa atau saat siswa belajar mandiri. Agus menyambut baik pelatihan yang diselenggarakan HSPG. “Ini wujud kemandirian lembaga pendidikan kesetaraan yang tidak menggantungkan pada fasilitas pemerintah dalam upaya meningkatkan kompetensi guru,” katanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *